Satukatanews.com. – JAKARTA – Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kepemudaan dan Olahraga (DISPAREKRAFPORA) Kabupaten Barru, Dr. H. Muhammad Syukri, SKM, M.Kes., bersama Sekretaris Daerah (Sekda), Andi Syarifuddin, S.IP, M.Si., mendampingi Bupati Barru dalam audiensi dengan Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Rabu (10/6/2026).
Pertemuan tersebut bertujuan memperkuat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Barru dan Kementerian Pariwisata dalam upaya pengembangan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, serta peningkatan daya saing destinasi wisata di Kabupaten Barru.
Dalam audiensi tersebut, Bupati Barru memaparkan potensi wisata unggulan daerah, termasuk wisata alam, budaya, dan berbagai agenda event yang menjadi daya tarik bagi wisatawan. Selain itu, pemerintah daerah juga menyampaikan sejumlah program strategis yang membutuhkan dukungan pemerintah pusat guna mendorong pertumbuhan sektor pariwisata yang berkelanjutan.
Bupati perempuan pertama Barru itu menjelaskan bahwa daerahnya memiliki keunggulan berupa konsep wisata tiga dimensi, yakni pegunungan, daratan dan laut yang tersebar merata di tujuh kecamatan. Keunggulan tersebut diperkuat dengan keberadaan Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional GURILA (Gunung, Rimba, Lembah dan Laut) yang telah masuk dalam program perencanaan pembangunan nasional.
“Barru memiliki kekayaan alam yang lengkap. Kami punya pegunungan yang indah, kawasan lembah, hutan, hingga garis pantai sepanjang 78 kilometer. Potensi ini menjadi modal besar untuk pengembangan pariwisata berkelanjutan,” jelasnya.
Wakil Menteri Pariwisata RI menyambut baik berbagai gagasan dan program yang disampaikan serta menegaskan komitmen Kementerian Pariwisata untuk terus mendukung pengembangan destinasi wisata daerah yang memiliki potensi besar untuk berkembang.
Menurut Ni Luh Puspa, daerah dapat berperan aktif memasukkan informasi dan potensi wisatanya agar menjadi rekomendasi utama bagi wisatawan.
“Kalau nanti orang bertanya kepada Maya, ‘Kalau ke Sulawesi Selatan sebaiknya ke mana?’, kenapa tidak Barru yang muncul pertama? Ini yang harus kita dorong bersama. Daerah perlu aktif memberikan data dan informasi agar potensi wisatanya dikenal lebih luas,” ujar Wamen
Kepala DISPAREKRAFPORA Barru menyampaikan bahwa hasil audiensi ini diharapkan dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas, sekaligus mempercepat pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Barru demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.













