Satukatanews.com. – BARRU, 31 Juli 2026 – Semangat menghadirkan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan kembali diwujudkan melalui keikutsertaan empat anak asal Desa Tompo dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 65 Barru yang berlokasi di Lawallu, Kecamatan Soppeng Riaja, Kabupaten Barru.
Momentum tersebut turut dihadiri dan didampingi langsung oleh Kepala Desa Tompo, Alyas, S.Sos., sebagai bentuk komitmen Pemerintah Desa Tompo dalam mendukung akses pendidikan bagi generasi muda. Kehadiran kepala desa menjadi simbol perhatian dan dukungan pemerintah desa terhadap anak-anak yang memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan melalui Program Sekolah Rakyat.
Empat peserta didik asal Desa Tompo yang berhasil diterima di Sekolah Rakyat Terintegrasi 65 Barru terdiri atas Jusniati dan Asma Sari pada jenjang Sekolah Dasar (SD), serta Irma Yanti dan Chelsi Afryani pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Keberhasilan mereka menjadi kebanggaan bagi masyarakat Desa Tompo sekaligus mencerminkan terbukanya akses pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak di desa.
Dalam kesempatan tersebut, Alyas, S.Sos., menyampaikan harapannya agar para peserta didik dapat memanfaatkan kesempatan belajar dengan sebaik-baiknya, menjaga semangat untuk terus berprestasi, serta menjadi teladan bagi generasi muda lainnya di Desa Tompo.
“Pendidikan adalah investasi terbaik untuk masa depan. Kami berharap anak-anak ini dapat belajar dengan sungguh-sungguh, mengembangkan potensi yang dimiliki, dan kelak kembali menjadi generasi yang mampu memberikan kontribusi positif bagi desa dan masyarakat,” ujarnya.
Program Sekolah Rakyat diharapkan menjadi salah satu upaya strategis dalam memperluas akses pendidikan yang berkualitas bagi anak-anak dari berbagai latar belakang. Pemerintah Desa Tompo berkomitmen untuk terus memberikan dukungan kepada generasi muda agar memperoleh kesempatan belajar yang setara dan mampu meraih masa depan yang lebih baik.
Keikutsertaan empat anak Desa Tompo dalam MPLS di Sekolah Rakyat Terintegrasi 65 Barru menjadi awal perjalanan pendidikan yang diharapkan mampu melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing, sekaligus menjadi inspirasi bagi anak-anak lainnya untuk terus mengejar cita-cita melalui pendidikan.














