Satukatanews.com. – BARRU – Upaya percepatan gerakan tanam melalui program Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS) terus dilakukan di Kabupaten Barru. Kali ini, kegiatan gerakan tanam dilaksanakan di Kelurahan Sepe’e, Kecamatan Barru, Kabupaten Barru, dengan luas lahan mencapai 10 hektare. Jumat ( 29/8/2026 ).
Kegiatan tersebut melibatkan Kelompok Tani Abbekae dan menjadi bagian dari upaya mendorong percepatan musim tanam sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian melalui penerapan sistem pertanian modern.
Kegiatan ini turut mendapat perhatian dari jajaran Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Sejumlah pejabat Kementan RI hadir berkunjung ke Kabupaten Barru, di antaranya Staf Ahli Menteri Pertanian RI Prof. Haris, Direktur/Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementan RI, serta Direktur Polbangtan Gowa.
Kunjungan tersebut disambut oleh Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (PTPHBUN) Kabupaten Barru bersama jajaran penyuluh pertanian.
Kadis PTPHBUN Barru, menyampaikan Bapak Staf Ahli Kementan RI dan Bapak Kapusdiklat bersama Direktur Polbantang gowa melakukan kunjungan bersama untuk melakukan monitoring IP 300 pada MT 3 th 2026 sekaligus melakukan tanamam bersama melalui pola PM AAS seluas 20 ha pada 2 kelompok tani yaitu di kelompok tani Abekkae kelurahan sepee dan kelompok tani Abekkae 2 Desa Kamiri.
Dlm acara tersebut. Staf ahli Mentan RI mengapresiasi, sangat bahagia bahwa di era Elnino sangat kering. Namun petani masih mampu menanam dengan memperhatikan kondisi ketersediaan air dan pemampaatan teknologi.
Sebagai gambaran bahwa hasil yang di capai dari peningkatan produksi petani di Kabupaten Barru sangat membahagiakan, sesuai angka BPS yaitu produksi di capai antara 6.00-7.00 ton / Ha atau lebih. Dan thn 2026 harga gabah cukup tinggi terutama pada MT 2026 yaitu mencapai Rp 7.300-7.600/Kg GKP atau lebih. ” Ujarnya.
Kehadiran jajaran Kementerian Pertanian menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mendorong pengembangan sektor pertanian di Kabupaten Barru.
Program PM-AAS diharapkan mampu mempercepat proses tanam, meningkatkan efisiensi pengelolaan lahan, serta mendorong peningkatan hasil produksi pertanian melalui penerapan teknologi dan metode pertanian modern.
Gerakan tanam seluas 10 hektare di Kelurahan Sepe’e ini sekaligus menjadi wujud komitmen bersama dalam mendukung peningkatan produktivitas pertanian dan ketahanan pangan di Kabupaten Barru.














