Satukatanews.com. – BARRU – Kepala Dinas PTPHBUN Kabupaten Barru Ir. Ahmad, MM., meninjau kondisi pertanaman padi dengan pola Indeks Pertanaman (IP) 300 pada Musim Tanam (MT) III Tahun 2026 di tengah ancaman fenomena El Niño. Peninjauan ini dilakukan untuk melihat kondisi pertanaman padi petani yang tetap berupaya melaksanakan kegiatan budidaya pada musim tanam ketiga, Selasa (20/10/2026).
Dua lokasi pertanaman yang menjadi perhatian berada di Kelurahan Sepee, Kecamatan Barru, dan Desa Manuba, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan.
Di Kelurahan Sepee, pertanaman padi dikelola oleh Kelompok Tani Abbekkae yang diketuai Jabbar, dengan luas lahan mencapai 5 hektare. Sementara itu, di Desa Manuba, pertanaman padi dikelola oleh Kelompok Tani Pucuk Mekar yang diketuai M. Ruslan.
Pertanaman padi IP 300 pada MT III Tahun 2026 ini menggunakan varietas padi berumur sangat pendek, yakni sekitar 75–80 hari setelah tanam (HST). Penggunaan varietas berumur genjah tersebut menjadi salah satu upaya untuk mempercepat masa panen di tengah tantangan perubahan kondisi iklim dan potensi kekeringan akibat El Niño.
Pelaksanaan pertanaman padi pada musim tanam ketiga ini menjadi salah satu upaya petani dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian sepanjang tahun. Namun, kondisi iklim yang dipengaruhi El Niño tetap menjadi tantangan yang perlu diantisipasi melalui pengelolaan pertanaman yang tepat.
Melalui peninjauan ini, diharapkan kondisi pertanaman padi di kedua lokasi dapat terus terjaga hingga masa panen. Dukungan terhadap petani serta penerapan teknologi budidaya yang sesuai diharapkan mampu menunjang keberhasilan pertanaman padi IP 300 di Kabupaten Barru.

Semoga pertanaman padi Kelompok Tani Abbekkae di Kelurahan Sepee dan Kelompok Tani Pucuk Mekar di Desa Manuba tumbuh dengan baik, berhasil menghadapi tantangan El Niño, serta menghasilkan panen yang optimal.














