Satukatanews.com. – BARRU – Kabupaten Barru melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menerima penghargaan dari ICARE (Integrated Corporation of Agriculture Resource Empowerment), atas capaian kinerja dalam penataan dan pengaturan pola tanam serta keberhasilan menjaga produktivitas pertanian, khususnya komoditas padi.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Staf Ahli Menteri Pertanian RI, Prof. Dr. Muh. Arsyad, SP., MP., bersama Prof. Dr. Ir. Haris Bahrun, MP., yang juga mengemban tugas sebagai Penanggung Jawab Swasembada Pangan Kementerian Pertanian RI.
Penghargaan ini diberikan berdasarkan hasil penilaian terhadap keberhasilan Kabupaten Barru dalam melakukan penataan dan pengaturan pola tanam secara terencana dan terukur. Capaian Luas Tambah Tanam (LTT) berada pada zona aman dengan kategori hijau.
Keberhasilan tersebut turut berdampak pada peningkatan produktivitas padi yang berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) mencapai rata-rata di atas 6,0–6,5 ton per hektare.
Hal yang tidak kalah membanggakan, di tengah kondisi El Niño ekstrem pada tahun 2026, tingkat puso atau gagal panen tanaman padi tercatat kurang dari 1 persen dari realisasi pertanaman seluas 19.780 hektare, sementara luas baku sawah Kabupaten Barru tercatat sekitar 15.703 hektare.
Capaian ini menjadi bukti pentingnya pengelolaan pola tanam, pengaturan jadwal pertanaman, serta koordinasi dan pendampingan yang berkelanjutan dalam menjaga ketahanan pangan daerah.
ICARE (Integrated Corporation of Agriculture Resource Empowerment) merupakan program pemberdayaan dan pengembangan sektor pertanian yang mendapat dukungan pendanaan dari Bank Dunia.
Penghargaan ini menjadi motivasi bagi Pemerintah Kabupaten Barru, khususnya Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, untuk terus meningkatkan kinerja sektor pertanian, menjaga produktivitas, memperkuat ketahanan pangan, serta mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional.

Alhamdulillah, sebuah capaian yang patut disyukuri dan menjadi kebanggaan bagi masyarakat Kabupaten Barru.













