Satukatanews.com. – Takkalasi, BARRU – Kepala Pasar Takkalasi H. Rustam Saleh, memberikan klarifikasi terkait pemberitaan yang dinilai tidak mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan, khususnya mengenai nasib pedagang kecil di kawasan pasar. Selasa 16/09/2025.
Dalam keterangannya, Kepala Pasar menegaskan bahwa pihak pengelola pasar selalu berupaya memberikan ruang dan perhatian bagi seluruh pedagang, baik pedagang besar maupun pedagang kecil. Saya memperbaiki atau pavinblok sekitar 20 pedagang, justru ibu itu yang egois tidak mau bongkar seng nya yang mematikan lost lost belakangnya. “Tidak benar kalau dikatakan pedagang kecil diabaikan. Justru mereka adalah bagian utama yang selalu kami fasilitasi agar tetap bisa berjualan dengan tenang dan nyaman,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, sejumlah kebijakan seperti penataan kios, pengaturan lapak, serta penyesuaian biaya retribusi dilakukan dengan mempertimbangkan kemampuan pedagang kecil. Bahkan, pihaknya aktif melakukan komunikasi langsung dengan para pedagang untuk mendengar keluhan dan mencari solusi bersama.
H. Rustam menanbahkan hal yang sebenarnya, Ini pedagang lost 1×3 m tempatnya, 30 ribu/bulan, lost nya di jadikan kios, 6mx3m klo mau di hitung bukan 30 ribu di bayar/bulan, ini juga penjual 2024 tidak ada na bayar, tegahnya dimana saya paving blok depan lost nya.
justru penjual ini yang matikan penjual-penjual di belakangnya karena tertutup seng lost nya, justru ibu ini yang kasih bayar 30 ribu dia kasih tumpangan pedagang lain di lostnya, artinya satu SKRD, 2 pedagang yang tempati, justru dia sendiri rugikan pemda, jika saya tegah saya tidak perbaiki depan kiosnya, ini org putar balik pakta yang sebenarnya tampa konfirmasi pada saya. “Ucap H. Rustam”.
“Kami terbuka terhadap kritik, tetapi informasi yang beredar harus tetap berimbang. Kami ingin memastikan bahwa pedagang kecil tetap mendapatkan perlindungan dan kesempatan yang sama,” tambahnya.
Kepala Pasar Takkalasi juga mengajak seluruh pihak, termasuk media, untuk bersama-sama menjaga iklim usaha yang sehat di pasar. Dengan demikian, kepercayaan masyarakat terhadap pasar tradisional sebagai pusat ekonomi rakyat dapat terus terjaga.















