Satukatanews.com. – BARRU – Pemerintah Daerah Kabupaten Barru, bersama Dinas Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Barru, menggelar gerakan hambur benih serentak sebagai langkah strategis menghadapi dampak El Niño sekaligus mempercepat capaian Luas Tambah Tanam (LTT), Kamis 26/3/2026.
Kegiatan ini dilaksanakan di sejumlah sentra produksi padi dan melibatkan kelompok tani, penyuluh pertanian, serta dukungan lintas sektor. Gerakan hambur benih dilakukan secara bersamaan guna mempercepat proses tanam, meningkatkan efisiensi waktu, serta menyeragamkan fase pertumbuhan tanaman.
Pemerintah Kabupaten Barru menyampaikan terimakasih kepada Bapak Dirut Pusat Pendidikan Kementerian Pertanian RI, Dr. Ir. M. Amin, MP., atas bantuan benih yang di salurkan ke berbagai kelompok tani yang tersebar di 4 kecamatan.
Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Barru, gerakan hambur benih sebagai upaya mendukung Luas Tambah Tanam (LTT) yg dilakukan serentak hari kamis 26-03-2026 di ikuti 8 kelompok tani yang ada di KecamatanTanete Rilau dan Kecamatan Malusetasi serta Kecamatan Barru dan Kecamatan Balusu, merupakan upaya menyiasati rekomendasi perkiraan BMKG bahwa akan terjadi El Nino berkepanjangan khususnya di wilayah pantai barat tepatnya bulan April 2026. Sehingga diharapkan wilayah yang tidak memiliki sumber air yang memadai maka harus percepat tanam dan penggunaan varietas genjah dan resisten terhadap perubahan iklim terutama iklim panas.
Sbg gambaran target LTT nasional untuk Kabupaten Barru bulan maret 2026 seluas 200 Ha dan Alhamdulillah sudah masuk zona aman ( kuning) dan semoga dalam waktu dekat akhir bulan ini bisa masuk zona Hijau.
Lanjut Sebagai gambaran realisasi panen MT 2025/2026 seluas 2.520 Ha dari luas pertanaman padi pada MT rendengan seluas 16.202.2 Ha dengan Harga gabah di tingkat petani sebesar Rp 6.800-Rp 6.900 /kg GKP ditingkat petani atau lebih tinggi dari Harga HET sebesar Rp. 6.500/ kg, GKP.
Capaian ini Kementrian Pertanian RI melalui Pj. Swasembada Pangan Nasional sangat mengapresiasi karena menyedian bantuan benih penangkar seluas 200 Ha dan bantuan benih reguler ( non penangkar) seluas 4.000 Ha. Ucap Kadis Pangan.
Selain itu, program ini juga ditujukan untuk mengejar target LTT yang menjadi indikator penting dalam peningkatan produksi pangan daerah. Pemerintah optimistis, melalui sinergi berbagai pihak, luas tanam dapat meningkat signifikan sehingga berdampak pada stabilitas pasokan beras.
Para petani menyambut positif kegiatan ini karena dinilai mampu menghemat tenaga kerja serta menekan risiko serangan hama yang biasanya muncul akibat perbedaan waktu tanam.

Ke depan, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memperkuat pendampingan kepada petani, termasuk penyediaan benih unggul, pengelolaan air, serta penerapan teknologi pertanian guna menjaga ketahanan pangan di tengah tantangan perubahan iklim.













