Satukatanews.com. – BARRU – Capaian Program Strategis Sebagai momentum Hari Jadi Kabupaten Barru Tanggal 20 Februari 2026 yang Ke 66, sekaligus sebagai tongkat masa kepemimpinan Ibu Bupati dan Wakil Bupati yang sudah berjalan 1 (satu) Tahun, telah mencatat beberapa capaian yang membanggakan khususnya di Bidang Pertanian pada Tahun 2025, ” Sabtu 21/2/2026 “.
Ir. Ahmad menyampaikan Gambaran capaian mendukung Program Nasional yaitu Swasembada Pangan dengan capaian realisasi Luas Tambahn Tanam (LTT) khususnya Komoditi Padi seluas 36.084 Ha dari target nasional seluas 31.042 Ha dari luas sawah 15.703 Ha, dengan capaian produksi 139.484 Ton GKG atau mengalami peningkatan sebesar 21,81 % mencapai target nasional sebesar 13, 07 % bila dibandingkan produksi Tahun 2024 sebesar 114.510 Ton GKG (Angka BPS Tahun 2025) sedang Komoditi Jagung seluas 2.248,8 Ha dengan produksi 15.741,6 Ton dengan Tingkat harga sangat baik, karena Bulog melakukan penyerapan di Tingkat petani.
Peningkatan produksi khususnya komoditi padi sebagai dukungan pencapaian swasembada nasional. Kabupaten Barru memiliki konstribusi yang cukup besar sebagai penyanggapangan ‘ hal ini dapat dilihat bahwa pada th 2025 barusan capaian realisasi pertanaman sangat luas karena di dukung adanya MT 1. MT 2 dan MT 3 melalui akselerasi LTT dan program peningkatan IP dengan dukungan OPLA dari Kementan RI.
Kami menyadari dan meyakini bahwa peningkatan produksi dan produktivitas yang dicapai petani di Kabupaten Barru tidak terlepas dari dukungan dan bantuan Kementerian Pertanian RI melalui alokasi berbagai program strategis khususnya dalam mendukung Ketahanan Pangan Nasional termasuk pengembangan dan penguatan infrastruktur pertanian dan berbagai sarana lainnya termasuk alat dan mesin pertanian (Alsintan), Ucap Ir.Ahmad.
Ditambahkan selain program peningkatan produksi yang meliputi Peningkatan IP (Indeks Pertanaman), maka program pemerintah daerah yang menjadi prioritas adalah pengembangan kawasan komoditi yang memiliki kepastian dan jaminan produksi yang baik seperti komoditi perkebunan yaitu Komoditi Kopi, Kakao, kelapa, Lada, dan komoditi hortikultura serta sektor peternakan termasuk pengembangan Sapi Bali dan Ayam Ras/Buras.
Dari berbagai pengembangan peningkatan produksi, maka petani di dorong untuk
melakukan pemanfaatan lahan secara optimal dan tetap memperhatikan keseimbangan lingkungan dengan memanfaatkan lahan tidur sehingga multiplayer effect untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat dicapai.

Kunci sukses petani yaitu wajib memperhatikan kondisi alam, jangan melawan alam tetapi ikuti alam.
Semoga alam selalu bersahabat dengan petani.













