Satukatanews.com. – BARRU – Tim Hilirisasi dari Direktorat Jenderal Perkebunan melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Barru dalam rangka rapat koordinasi percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) untuk periode April 2026, di Aula Dinas Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Barru, Kamis 2/4/2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari langkah strategis Kementerian Pertanian Republik Indonesia dalam mendorong peningkatan produksi dan produktivitas sektor perkebunan, sekaligus memperkuat implementasi program hilirisasi di daerah.
Dalam rapat koordinasi tersebut, Tim Hilirisasi bersama jajaran pemerintah daerah melalui Dinas Pangan TPHBUN, membahas evaluasi capaian LTT sebelumnya serta mengidentifikasi berbagai kendala di lapangan, mulai dari kesiapan lahan, distribusi sarana produksi, hingga faktor cuaca yang memengaruhi percepatan tanam.
Selain itu, disusun pula strategi percepatan LTT untuk bulan April 2026 melalui optimalisasi lahan potensial, peningkatan peran penyuluh, serta penguatan koordinasi lintas sektor antara pemerintah pusat dan daerah.
“Percepatan LTT menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan produksi perkebunan. Sinergi antara pusat dan daerah sangat diperlukan agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai secara optimal,” ujar perwakilan Tim Hilirisasi dalam rapat tersebut.
Tak hanya fokus pada peningkatan luas tanam, pertemuan ini juga menekankan pentingnya hilirisasi komoditas perkebunan guna meningkatkan nilai tambah hasil produksi petani. Upaya tersebut mencakup pengembangan pengolahan pascapanen, kemitraan dengan industri, serta perluasan akses pasar.
Pemerintah Kabupaten Barru menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh percepatan LTT dengan menetapkan target yang realistis dan memastikan implementasi program berjalan efektif di tingkat lapangan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi yang terbangun dapat mendorong peningkatan kinerja sektor perkebunan sekaligus memperkuat kontribusinya terhadap ketahanan pangan dan perekonomian daerah.













