Satukatanews.com. – BARRU – Sebagai upaya mendukung percepatan akselerasi pertanaman pada Musim Tanam (MT) Gadu Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Barru melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (PTHBUN) menyalurkan bantuan benih padi unggul berkualitas secara gratis kepada 21 kelompok tani di Desa Harapan, Kecamatan Tanete Riaja, Kabupaten Barru, Ahad (14/6/2026).
Penyaluran bantuan benih tersebut merupakan salah satu langkah strategis pemerintah daerah atas petunjuk Bupati Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si., dan Wakil Bupati Barru Dr. Ir. Abustan Andi Bintang, M.Si., dalam mendorong peningkatan Luas Tambah Tanam (LTT) sekaligus menjaga keberlanjutan produksi padi di tengah berbagai tantangan yang dihadapi petani di lapangan. Bantuan ini diharapkan dapat memotivasi petani untuk segera melakukan pertanaman sehingga target yang telah ditetapkan dapat tercapai.
Dalam kegiatan tersebut, para kelompok tani menyambut baik bantuan yang diberikan karena dinilai sangat membantu dalam mengurangi biaya produksi, khususnya untuk penyediaan benih berkualitas. Selain meningkatkan produktivitas tanaman, penggunaan benih unggul juga diharapkan mampu menghasilkan panen yang lebih baik dan mendukung peningkatan pendapatan petani.
Kepala Dinas PTHBUN Kabupaten Barru, Ir. Ahmad, MM., menyampaikan bahwa pencapaian target LTT pada bulan Juni 2026 menjadi tantangan tersendiri. Pasalnya, sebagian besar lahan persawahan yang berpotensi ditanami telah lebih dahulu direalisasikan penanamannya, bahkan beberapa di antaranya kini sudah memasuki fase menjelang panen dari pertanaman yang dilakukan pada Maret 2026.
Meski demikian, pihaknya tetap optimistis target pertanaman dapat terus digenjot melalui berbagai upaya percepatan, termasuk pendampingan kepada petani, optimalisasi lahan yang masih tersedia, serta pemanfaatan bantuan sarana produksi pertanian yang telah disalurkan pemerintah.
Berdasarkan data yang ada, target LTT Kabupaten Barru pada Juni 2026 ditetapkan seluas 6.000 hektare. Sementara itu, potensi lahan sawah yang masih dapat ditanami pada periode yang sama diperkirakan hanya sekitar 683 hektare. Kondisi tersebut menuntut sinergi dan kerja sama seluruh pihak, mulai dari pemerintah, penyuluh pertanian, hingga kelompok tani agar capaian pertanaman dapat terus meningkat.
Ir. Ahmad menegaskan bahwa keberhasilan program percepatan tanam tidak hanya bertujuan memenuhi target luas tanam semata, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah dan mendukung program swasembada pangan nasional.
“Dengan kerja sama seluruh pihak, khususnya para kelompok tani, kami optimistis upaya percepatan tanam dapat terus berjalan dan memberikan hasil yang maksimal,” ujarnya.
Harapan Bapak Pj. Swasembada Pangan Kementan RI direktur Kapusdiklat, Dirjen Hirtikultura sebagai ketua tim di sulsel dan Kepala BRMP Sulsel agar hasil capaian LTT Kabupaten Barru selalu zona hijau (Aman) maka kami harapkan agar para penyuluh, korlu dan katinker mendorong dan mengawal petani agar lahan yang layak di tanami padi terutama yang mendapat alokasi bantuan benih supaya di percepat tanam mengingat musim kemarau elnino sudah kita rasakan. “Smg Alam slalu bersahabat untuk kita semua”.
Melalui penyaluran bantuan benih padi unggul ini, Pemerintah Kabupaten Barru berharap semangat petani untuk terus berproduksi semakin meningkat sehingga sektor pertanian tetap menjadi penopang utama perekonomian masyarakat sekaligus menjaga ketersediaan pangan bagi daerah.













