Satukatanews.com. – BARRU – Kinerja sektor pertanian di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, menunjukkan hasil positif. Hingga akhir Maret 2026, daerah ini dilaporkan berhasil mencapai target Luas Tambah Tanam (LTT) sebesar 100 persen, sehingga masuk dalam kategori ZONA HIJAU sangat aman, Ahad 29/3/2026.
Bapak Direrjen Hortikultura sebagai Ketua Pj. Swasembada Sulsel Bapak Dr. Ir. Muh Taupiq, MP., dan Bapak Dr Muh Amin SP., MP., Direktur Pusdiklat Kementan RI sebagai Pj. Swasembada Pangan wilayah Barru, dan 7 (tujuh) wilayah kabupaten di Sulsel, saya sangat mengapresiasi keberhasilan ini untuk terus dikawal demi tercapainya Swasembada Pangan Nasional.

Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Barru, capaian tersebut menandakan seluruh rencana tanam yang telah ditetapkan sebelumnya dapat direalisasikan secara optimal. LTT sendiri merupakan indikator penting dalam mengukur keberhasilan kegiatan tanam, khususnya untuk komoditas pangan strategis seperti padi.
Keberhasilan ini tidak lepas dari berbagai faktor pendukung, antara lain ketersediaan air irigasi yang memadai, distribusi sarana produksi pertanian yang lancar, serta peran aktif penyuluh dan dukungan pemerintah daerah. Sinergi antara petani dan pemangku kepentingan dinilai menjadi kunci utama pencapaian tersebut.
Dengan masuknya Barru ke dalam zona hijau, diharapkan produksi pangan, khususnya beras, dapat meningkat dan memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan di Indonesia.
Selain itu, capaian ini juga berpotensi meningkatkan kesejahteraan petani serta menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengoptimalkan program tanam, sehingga Barru terbuka untuk mendapatkan menu kegiatan tahun 2026 karena masuk dalam kategori ZONA HIJAU sangat aman.
Pemerintah Kabupaten Barru melalui Dinas Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Barru, menyampaikan ucapan tetimakasih berkat dukungan Bapak Pj. Swasembada Pangan Sulsel dan Barru melalui bantuan benih dan program penangkaran varietas genjah sehinga akselerasi Luas Tambah Tanam ( LTT ) dapat di capai, semoga bulan april 2026 dapat di dukung bantuan benih, mengingat petani masih panen untuk MT 2025/2026.

Pemerintah daerah diharapkan terus menjaga konsistensi ini melalui penguatan infrastruktur pertanian, pendampingan petani, serta pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan.














