Satukatanews.com. – MAKASSAR – Sulawesi Selatan – Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Barru, menghadiri acara Konsultasi Percepatan LTT Bulan April dan Mei 2026 di BRMP Sulsel, melalui bantuan benih sebagai antisipasi El Nino dan Kabupaten Barru di jadikan percontohan percepatan tanam melalui pemampaatan benih varietas genjah, yang diprediksi memicu musim kemarau lebih panjang dan berpotensi menurunkan produksi pangan. Rabu 1/4/2026.
Langkah ini dilakukan melalui pemanfaatan benih padi genjah, yakni varietas unggul dengan masa tanam relatif singkat, sekitar 90 hingga 105 hari. Dengan percepatan tanam, petani diharapkan dapat memanen lebih awal sebelum puncak kekeringan terjadi.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan, khususnya di wilayah Sulawesi Selatan yang dikenal sebagai salah satu lumbung beras nasional. Selain penggunaan benih genjah, percepatan tanam juga didukung dengan optimalisasi sistem irigasi serta pendampingan teknis kepada petani.
Kadis Pangan, menyampaikan Umur genjah 85 -90 hari HST, disamping benih varietas cakrabuana resisten terhadap perubahan iklim dan cuaca. Dengan bantuan Kementan RI melalui Pj. Swasembada dan Kepala BRMP sulsel maka petani di harapkan bisa mewujudkan IP 300 artinya bisa panen 3 kali setahun.
Percepatan tanam ini penting untuk menghindari risiko gagal panen akibat kekurangan air. Dengan benih genjah, siklus produksi bisa dipersingkat,” ujar Ir. Ahmad.
Para petani menyambut baik program tersebut karena dinilai mampu memberikan kepastian dalam menghadapi perubahan iklim yang semakin tidak menentu. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat meningkatkan efisiensi produksi serta menjaga stabilitas hasil panen.
Pemerintah berharap keberhasilan program di Kabupaten Barru dapat menjadi model yang dapat diterapkan di berbagai daerah lain di Indonesia, terutama yang terdampak langsung oleh fenomena El Nino.

Dengan langkah antisipatif ini, sektor pertanian diharapkan tetap produktif dan mampu menopang kebutuhan pangan nasional di tengah tantangan iklim global.













