Satukatanews.com. – BARRU – Wakil Bupati Barru Dr. Ir. Abustan Andi Bintang, M.Si., mengikuti kegiatan Zoom Meeting yang dipimpin oleh Mayor Jenderal TNI Bangun Nawoko (Pangdam XIV/Hasanuddin) dalam rangka Ground Breaking pembangunan Jembatan Garuda Tahap III TA 2026 di Wilayah KODAM XIV/Hasanuddin di jln Masuk Passedde Bottoe Kel. Tanete Kec. Tanete Rilau, Selasa, 07/04/2026.
Pelaksanaan Zoom Ground Breaking Pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap III dilaksanakan di seluruh jajaran Kodam XIV/Hasanuddin yang Terpusat di Kodim 1424 Sinjai.
Kegiatan Video Conference tersebut turut di hadiri Letkol Kav S. Simanjuntak, S.I.P., (Dandim 1405/Parepare)
Iptu Yusran (Kapolsek Tanete Rilau)/Mewakili kapolres Barru., Ricco Imam Vimayzar, S.H., M.H.(Ketua Pengadilan Negeri Barru), Muh.Ansar S.S.H.(Kepala seksi perdata dan tata usaha negara kejari barru), Kapten Inf. Gusmin ( Danramil 1405-07 Tanete Rilau ), Kapten Inf Bahtiar (Danramil 1405-08/Tanete Riaja), Iptu Adam Sjam (Kasat Intelkam Polres Barru), Para Personil kodim 1405/ Parepare wilayah kab Barru, Ishaq Nur (Kepala Dusun Passedde), Safri Adi (Kepala Dusun Kelurahan tanete), Mahasiswa UIN Alauddin Makassar, dan Para Masyarakat setempat Kelurahan Tanete.
Adapun Sambutan Pengarahan Mayor Jenderal TNI Bangun Nawoko (Pangdam XIV/Hasanuddin) dalam Vicon (Video Conference) dalam rangka peletakan batu pertama (Ground Breaking) pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap III Tahun Anggaran 2026 di wilayah Kodam XIV/Hasanuddin.Sbb:
Pagi ini saya berdiri di hadapan kita semua atas perintah Bapak Presiden Prabowo Subianto. Beliau melihat dan merasakan langsung kondisi yang telah dialami masyarakat kita, khususnya anak-anak dan ibu-ibu, yang selama puluhan tahun menghadapi keterbatasan akses infrastruktur, terutama jembatan.
Oleh karena itu, Presiden memberikan kewenangan kepada Pangdam XIV/Hasanuddin untuk melaksanakan percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah ini. Pada hari ini, kita melaksanakan peletakan batu pertama (ground breaking) pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap III Tahun Anggaran 2026
Program ini dilaksanakan secara serentak di berbagai wilayah, dengan total 13 titik pembangunan di jajaran Kodam XIV/Hasanuddin. Secara keseluruhan, program ini merupakan bagian dari kebijakan nasional yang diinisiasi oleh Presiden melalui Kepala Staf Angkatan Darat, dengan target pembangunan sebanyak 337 titik di wilayah Sulawesi Selatan.
Seluruh kebutuhan material jembatan telah dipersiapkan dengan baik, dengan memperhatikan aspek keamanan dan standar konstruksi. Jenis jembatan yang dibangun meliputi jembatan gantung maupun penggantian jembatan yang sudah tidak layak digunakan, sehingga dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Program ini juga terintegrasi dengan berbagai program prioritas pemerintah yang menyentuh langsung masyarakat desa, seperti program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), yang bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi desa. TNI hadir tidak hanya membangun sarana infrastruktur, tetapi juga mendukung distribusi kebutuhan pokok bersubsidi, memastikan ketersediaan barang penting seperti pupuk dengan harga terjangkau di seluruh wilayah.
Selain itu, terdapat pula program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diharapkan mampu menciptakan generasi unggul di masa depan. Program ini juga membangun ekosistem ekonomi baru, di mana hasil pertanian masyarakat dapat terserap, serta mendorong lahirnya pelaku usaha baru di daerah.
Pembangunan jembatan ini menjadi prioritas untuk segera diselesaikan. Secara nasional, ditargetkan sekitar ±7.000 jembatan dapat terbangun dalam waktu yang cepat dan tepat sasaran. Hal ini merupakan wujud sinergi antara pemerintah, TNI, dan Polri dalam mengatasi kesulitan rakyat serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Pada kesempatan tersebut Wakil Bupati menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang setinggi-tingginya atas terlaksananya program pembangunan yang merupakan bagian dari inisiatif nasional ini.
“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas terlaksananya program pembangunan Jembatan Garuda ini di wilayah Kabupaten Barru. Hal ini menjadi bukti nyata perhatian pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di daerah,” ujar Abustan dalam kesempatan tersebut.
Lebih lanjut, Abustan menyampaikan harapannya agar proses pembangunan jembatan ini dapat berjalan dengan lancar, aman, dan dapat diselesaikan tepat waktu sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Ia juga memohon kesabaran dan pengertian dari seluruh warga sekitar selama masa pembangunan berlangsung mengingat adanya potensi gangguan akses sementara.
“Semoga proses penyelesaian jembatan ini berjalan mulus dan selesai sesuai target. Saya berharap warga tetap sabar dan mendukung proses pembangunan ini demi kemaslahatan bersama di masa depan,” tambahnya.
Jembatan yang berjenis jembatan gantung ini nantinya akan menjadi fasilitas penghubung utama bagi masyarakat di sekitar lokasi pembangunan. Sebanyak 97 kepala keluarga atau setara dengan lebih dari 300 jiwa akan menjadi pihak yang paling merasakan manfaat langsung dari adanya sarana prasarana baru ini. Ke depannya, jembatan ini diharapkan dapat mempermudah akses mobilitas warga, baik untuk keperluan ekonomi, pendidikan, maupun pelayanan kesehatan.
Sebelumnya Sambutan Letkol Kav S. Simanjuntak, S.I.P (Dandim 1405/Parepare menyampaikan bahwa pembangunan ini merupakan bagian dari program nasional yang diinstruksikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia untuk dilaksanakan di setiap wilayah di seluruh Indonesia.
Dalam kegiatan yang berlangsung di lokasi pembangunan tersebut, Dandim menyebutkan bahwa Kabupaten Barru telah menjadi salah satu wilayah yang menjadi sasaran program ini. Sebelumnya, telah ada pembangunan serupa yang dilaksanakan oleh pihak Brimob, dan saat ini giliran pembangunan Jembatan Garuda yang menjadi tanggung jawab pihaknya. Dikatakan pula bahwa rencananya dalam beberapa bulan ke depan, akan dibangun dua hingga tiga jembatan lagi di lokasi yang telah ditetapkan oleh Wakil Bupati Barru.
“Program ini akan terus berlanjut karena ditargetkan setiap bulan harus ada pembangunan jembatan di seluruh wilayah Indonesia. Seluruh jembatan yang kondisinya membutuhkan perbaikan akan ditangani secara bergilir dan bertahap,” ujar Dandim dalam sambutannya.
Ia menambahkan bahwa kesempatan Kabupaten Barru menjadi sasaran prioritas pembangunan ini tidak lepas dari kerja keras Pemerintah Daerah, baik Bupati maupun Wakil Bupati Barru, yang aktif berkomunikasi dengan pihak terkait di tingkat pusat maupun Kodam. Selain pembangunan jembatan, berbagai program nasional lainnya seperti Koperasi Merah Putih, Kampung Nelayan, hingga Sekolah Rakyat juga telah mulai dilaksanakan di wilayah ini.
Menanggapi berbagai informasi yang beredar di media sosial, Dandim mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing dan lebih fokus pada hasil nyata yang dapat dirasakan langsung oleh warga. Ia mengapresiasi gaya kerja Pemerintah Daerah yang aktif menjemput peluang agar Kabupaten Barru dapat berkembang lebih cepat melalui berbagai program nasional.
Sebagai penutup, Dandim menyampaikan terima kasih kepada seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), aparat desa, lurah, hingga masyarakat yang telah mendukung kelancaran seluruh program selama dirinya menjabat di wilayah ini. Ia juga mendoakan agar Kabupaten Barru dapat menjadi salah satu kabupaten terbaik di Sulawesi Selatan maupun di Indonesia di masa depan.

Adapun pembangunan Jembatan Garuda tersebut ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu 30 hari ke depan, dengan tetap berupaya menyelesaikannya tepat waktu meskipun menghadapi berbagai tantangan cuaca.













