Satukatanews.com. – BARRU – Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si., yang diwakili, Wakil Bupati Barru Dr. Ir. Abustan Andi Bintang, M.Si., memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Forkopimda Plus yang membahas kesiapsiagaan daerah menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 M.
Rakor tersebut digelar di ruang rapat pimpinan lantai 5 Kantor Bupati Barru, Jumat (13/3/2026), dan dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan OPD, serta stakeholder terkait.
Dalam arahannya, Abustan menjelaskan bahwa rakor ini merupakan tindak lanjut dari arahan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia agar seluruh pemerintah daerah mengidentifikasi berbagai potensi kerawanan serta menyiapkan langkah antisipasi menjelang Idul Fitri.
Berdasarkan hasil pengkajian Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Barru, terdapat sejumlah isu strategis yang menjadi perhatian pemerintah daerah.
Salah satunya terkait kemungkinan perayaan dua hari raya yang berdekatan, yakni Idul Fitri dan Hari Raya Nyepi. Namun demikian, Wakil Bupati menilai kondisi tersebut tidak terlalu berdampak di Kabupaten Barru karena jumlah umat Hindu yang merayakan Nyepi di daerah ini relatif sangat sedikit.
Pemerintah daerah juga mengimbau agar kegiatan takbiran keliling atau pawai akbar tidak dilaksanakan guna menghindari potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Selain itu, penggunaan petasan dan kembang api turut menjadi perhatian, terutama di wilayah permukiman padat yang masih banyak menggunakan material rumah berbahan bambu maupun atap rumbia yang berpotensi memicu kebakaran.
Dalam sektor ekonomi, Wakil Bupati menyoroti dinamika inflasi pada komoditas cabai. Harga cabai yang sebelumnya berada di kisaran Rp25.000 per kilogram kini meningkat menjadi sekitar Rp50.000 hingga Rp55.000 per kilogram.
Meski demikian, ia menyebutkan bahwa secara perbandingan tahunan harga cabai saat ini masih lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang sempat mencapai lebih dari Rp70.000 per kilogram.
“Kenaikan harga ini juga dapat menjadi peluang bagi petani cabai untuk memperoleh keuntungan yang lebih baik,” ujarnya.
Isu penting lainnya adalah ketersediaan energi, khususnya bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang sangat dibutuhkan oleh para nelayan. Beberapa SPBU milik Pertamina di wilayah Barru dilaporkan mengalami keterbatasan stok solar yang menyebabkan antrean kendaraan cukup panjang.
Pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi untuk mengantisipasi potensi kekurangan pasokan BBM tersebut.
Rapat juga membahas tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di 12 desa di Kabupaten Barru yang saat ini sedang berlangsung. Beberapa desa dinilai memiliki potensi kerawanan karena jumlah calon yang cukup banyak maupun dinamika sosial yang berkembang di masyarakat.
Dalam aspek keamanan, Wakil Bupati juga mengingatkan potensi peningkatan kasus pencurian rumah kosong saat masyarakat melakukan mudik Lebaran. Karena itu masyarakat diimbau untuk saling menjaga lingkungan serta berkoordinasi dengan aparat keamanan setempat.
Kelancaran arus lalu lintas juga menjadi perhatian utama mengingat Kabupaten Barru dilintasi jalur Trans Sulawesi sepanjang sekitar 78 kilometer yang menjadi jalur utama kendaraan dari berbagai wilayah di Sulawesi.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus berkoordinasi untuk memastikan kondisi jalan tetap aman dilalui, termasuk penanganan jalan berlubang, pemasangan rambu lalu lintas, serta peningkatan penerangan jalan di sejumlah titik rawan kecelakaan.
Ia juga menekankan pentingnya pemeriksaan kelayakan kendaraan untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas yang selama ini cukup tinggi di wilayah Barru
Dalam rapat tersebut juga dibahas program Masjid Ramah Pemudik yang digagas bersama Kementerian Agama Republik Indonesia. Sebanyak 45 masjid di enam kecamatan telah disiapkan sebagai tempat singgah bagi pemudik yang melintas di jalur Trans Sulawesi.
Masjid-masjid tersebut akan dibuka selama 24 jam dan dilengkapi dengan fasilitas dasar bagi para pemudik.
Dalam forum tersebut, Komandan Kodim 1405 Parepare, Letkol Kav. Simanjuntak, S.I.P., mengingatkan adanya tren permainan water jelly di kalangan anak muda yang berpotensi membahayakan apabila digunakan di ruang publik.
Ia juga menyinggung kemungkinan dampak inflasi serta ketersediaan bahan pokok dan energi pasca-Lebaran, mengingat situasi global yang masih belum stabil, termasuk akibat konflik di Timur Tengah yang berpotensi mempengaruhi stabilitas harga dan pasokan kebutuhan pokok.
Sementara itu, perwakilan Polres Barru, Kabag Ops Kompol A. Rahmat, menyampaikan kesiapan pengamanan Idul Fitri melalui peningkatan patroli, kegiatan Bhabinkamtibmas, serta pendirian dua pos pengamanan terpadu di Pos 700 Lalu Lintas Barru dan Pos Kupa.
Polres Barru juga membuka layanan penitipan kendaraan bagi masyarakat yang hendak mudik agar kendaraan lebih aman selama ditinggalkan.
Ketua Pengadilan Negeri Barru, Ricco Imam Vinayzar, S.H.,M.H. menyampaikan bahwa pelayanan hukum tetap berjalan hingga 17 Maret sebelum memasuki masa libur Lebaran dan akan kembali dibuka pada 25 Maret.
Sementara itu, perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Barru, H. Husni Abbas, menyampaikan sejumlah hal terkait pelaksanaan ibadah selama bulan Ramadan hingga Idul Fitri, termasuk kemungkinan adanya perbedaan penetapan awal Idul Fitri di tengah masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Barru menyatakan pemerintah daerah telah menyiapkan alternatif lokasi pelaksanaan salat Id bagi masyarakat yang lebih dahulu merayakan Lebaran.
“Jika memang ada kelompok masyarakat yang lebih dulu melaksanakan Idul Fitri, kita sudah menyiapkan alternatif tempat salat Id agar pelaksanaannya tetap berjalan tertib dan tidak menimbulkan persoalan di masyarakat,” jelasnya
Sementara itu, Kepala BPBD Kab.Barru, H.Umar, S.KM, melaporkan pihaknya telah menyiapkan posko terpadu serta terus memantau kondisi cuaca, mengingat Barru memiliki tujuh sungai besar yang berpotensi menimbulkan genangan saat curah hujan tinggi.
Pemerintah daerah juga meminta pelayanan kesehatan di rumah sakit dan puskesmas tetap siaga selama masa libur Lebaran, sementara masjid-masjid di jalur mudik diharapkan benar-benar difungsikan sebagai tempat singgah bagi pemudik.
Selain itu, masyarakat juga diingatkan bahwa dalam situasi darurat seperti kecelakaan, kebakaran, atau gangguan keamanan, dapat segera menghubungi layanan panggilan darurat 112 yang tersedia selama 24 jam.
Di akhir rapat, Wakil Bupati Barru berharap seluruh pihak dapat memperkuat koordinasi dan sinergi sehingga masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman, nyaman, dan tertib.

“Semua yang telah kita bahas hari ini diharapkan dapat segera ditindaklanjuti oleh masing-masing instansi sesuai tugas dan kewenangannya. Mudah-mudahan perayaan Idul Fitri tahun ini berjalan dengan aman dan kondusif,” tutupnya.













