Satukatanews.com. – BARRU – Pemerintah Kabupaten Barru melalui Dinas Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (PTHBUN) mengeluarkan imbauan kepada para petani untuk segera melakukan percepatan masa tanam sebagai langkah strategis menghadapi potensi dampak fenomena El Nino, Kamis 16/4/2026.
Berdasarkan surat Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Sulawesi Selatan Nomor:B/KL.00.02/005/lV/2026 tanggal 8 April 2026 perihal perkembangan El Nino musim kemarau dan dampaknya di Sulawesi Selatan.
Sehubungan dengan hal tersebut mak maka kami himbau untuk segera melakukan dan mengantisipasi dampak yang ditimbulkan ‘El Nino Godzilla” dengan melakukan hal tersebut
– Melakukan percepatan tanam bagi petani yang melaksanakan pertanaman pada Musim Tanam (MT) 2026/ Gadu dengan memperhatikan tingkat ketersedian air dan diharapkan jangan memaksakan lahan untuk ditanami padi tetapi pilih komoditas yang toleran terhadap perubahan iklim.
– Menggunakan varietas unggul yang tahan terhadap perubahan iklim dan berumur genjah yang direkomendasi oleh Kementerian Pertanian RI.
– Memanfaatkan air secara efektif dan efisien serta memelihara sumber-sumber air termasuk optimalisasi embung, waduk dan gunakan irigasi hemat air secara berkelanjutan.
– Penyuluh dan KTNA harus proaktif melakukan pengawalan dan pendampingan kepada kelompok tani dan petani agar respon terhadap dinamika perubahan alam sehingga dampak negatif El Nino dapat diminimalkan.
Demikian disampaikan agar menjadi perhatian, semoga kita semua terhindar dari dampak negatif El Nino.
Kepala Dinas PTHBUN Barru, Ir. Ahmad, M.M., menyampaikan bahwa El Niño berpotensi menurunkan curah hujan secara signifikan yang dapat berdampak pada kekeringan lahan pertanian serta menurunnya ketersediaan air irigasi. Kondisi ini berisiko mengganggu produktivitas pertanian bahkan memicu gagal panen jika tidak diantisipasi sejak dini.
“Percepatan tanam menjadi salah satu upaya penting agar tanaman dapat tumbuh optimal sebelum memasuki puncak musim kering,” ujarnya.

Selain percepatan tanam, petani juga diimbau untuk memanfaatkan sumber air yang tersedia secara efisien, termasuk memaksimalkan penggunaan irigasi dan menyesuaikan pola tanam dengan kondisi iklim. Penggunaan varietas tanaman yang tahan terhadap kekeringan juga dianjurkan guna mengurangi risiko kerugian.
Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus melakukan pendampingan kepada petani melalui penyuluh pertanian lapangan serta menyiapkan langkah-langkah mitigasi lainnya. Dukungan berupa bantuan sarana produksi pertanian juga akan diupayakan sesuai kebutuhan di lapangan.
Dengan adanya langkah antisipatif ini, diharapkan sektor pertanian di Kabupaten Barru tetap mampu menjaga stabilitas produksi dan ketahanan pangan daerah meskipun menghadapi tantangan perubahan iklim.
Pemkab Barru mengajak seluruh petani untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu demi menjaga keberlanjutan hasil pertanian.

Himbauan ini disampaikan ke seluruh Camat se-Kabupaten Barru, Kepala Desa/Lurah se-Kabupaten Barru, Koordinator BPP, KTNA, Penyuluh, Kelompok Tani/Petani se-Kabupaten Barru.














