Satukatanews.com. – BARRU – DPRD Kabupaten Barru melalui rapat koordinasi gabungan Komisi I dan Komisi II membahas berbagai pengaduan masyarakat terkait kondisi Pasar Pekkae. Rapat tersebut berlangsung dinamis dengan menghadirkan unsur pemerintah, pengelola pasar, serta anggota DPRD lintas komisi, Selasa 19/5/2026.
Rapat dipimpin langsung oleh Ketua Komisi II DPRD Barru, Syamsul Rijal. Dari Komisi II hadir Herman Jaya dan H. Aqil.
Sementara dari Komisi I hadir Wakil Ketua Komisi I Armansyah bersama H. Sulaiman dan Hj. Haspiah.
Pihak Pasar Pekkae diwakili oleh Kepala Pasar H. Kamaruddin, Wakil Kepala Pasar Puang Kangkung, serta Bakhtiar.
Dari unsur pemerintah turut hadir Camat Tanete Rilau, Lurah Pekkae, serta Kepala Bidang Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Barru.
Dalam rapat tersebut, fokus pembahasan mengerucut pada penutupan pintu pasar bagian utara, selatan, dan belakang yang telah dilakukan dan memicu berbagai tanggapan dari masyarakat maupun pedagang. Selain itu, DPRD juga menyoroti banyaknya los pasar yang kosong dan adanya isu praktik jual beli los pasar.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Pasar Pekkae, H. Kamaruddin, menjelaskan bahwa langkah penutupan beberapa akses pasar dilakukan untuk efektivitas dan penataan aktivitas pasar yang selama ini dianggap semrawut.
Menurutnya, setelah dilakukan pemindahan dan penutupan sejumlah pintu pasar, kondisi jalur utama di area pasar kini lebih tertib dan dapat dilalui dengan leluasa oleh pedagang maupun pengunjung pasar.
“Alhamdulillah, setelah dilakukan penataan, pintu-pintu pasar sekarang sudah bisa dilalui dengan lebih leluasa oleh pedagang dan masyarakat pengunjung pasar,” jelas H. Kamaruddin dalam rapat tersebut.
H. Kamaruddin juga menyampaikan bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Pasar Pekkae saat ini telah mencapai lebih dari Rp1 miliar. Capaian tersebut disebut sebagai hasil dari penataan dan pembenahan tata kelola pasar yang dilakukan selama ini.
Menanggapi hal tersebut, Herman Jaya memberikan apresiasi terhadap kinerja pengelola Pasar Pekkae yang dinilai berhasil mendongkrak PAD pasar secara signifikan.
“Kami mengapresiasi capaian Kepala Pasar Pekkae bersama jajaran karena berhasil meningkatkan PAD pasar hingga di atas Rp1 miliar. Ini tentu menjadi prestasi yang patut diapresiasi,” ujar Herman Jaya.
Namun demikian, Herman Jaya juga mendorong pemerintah daerah agar tidak hanya fokus pada Pasar Pekkae semata, tetapi turut memberikan perhatian serius terhadap tujuh pasar lainnya di Kabupaten Barru agar mampu meningkatkan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah.
Menurutnya, jika seluruh pasar dikelola dengan baik, ditata secara profesional, dan didukung fasilitas yang memadai, maka sektor pasar rakyat dapat menjadi salah satu sumber PAD yang potensial bagi daerah.

Sebagai kesimpulan rapat, anggota DPRD bersama pihak terkait akan turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi riil di Pasar Pekkae dan Pasar Kessie. Langkah tersebut dilakukan agar DPRD memperoleh gambaran langsung terkait persoalan yang terjadi sehingga solusi yang diambil nantinya benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.













