Satukatanews.com. – BARRU – Dalam upaya mempercepat realisasi Luas Tambah Tanam (LTT) bulan Juli di tengah tantangan perubahan iklim akibat El Niño, Dinas Pertanian Kabupaten Barru melaksanakan Gerakan Tanam Bersama di Desa Palakka, sebagai bagian dari percepatan peningkatan produksi pangan dan mendukung program Swasembada Pangan Nasional. Jumat 24/7/2026.
Kegiatan tersebut dihadiri secara langsung oleh Direktur Kapusdiklat Kementerian Pertanian RI, Dr. Ir. Muh. Amin, M.P., bersama Tim Polbangtan Gowa yang dipimpin Dr. Ir. Kaharuddin, M.P. Turut hadir Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Barru, para Koordinator Penyuluh (Korlu), Katinker, Babinsa, Bhabinkamtibmas Desa Palakka, para penyuluh pertanian, serta anggota kelompok tani.
Gerakan tanam bersama dilaksanakan pada lahan seluas 10 hektare sebagai upaya meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) pada Musim Tanam III Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan sekaligus menjaga keberlanjutan produksi pangan di Kabupaten Barru.
Pada kesempatan tersebut disampaikan bahwa Kementerian Pertanian RI telah mengalokasikan sejumlah program strategis untuk Kabupaten Barru guna mendukung percepatan swasembada pangan nasional. Program tersebut meliputi Optimasi Lahan (OPLA) seluas 1.953 hektare dan program Pertanian Modern (PMAAS) seluas 2.228 hektare, yang ditargetkan terealisasi mulai Agustus hingga Desember 2026.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Barru melalui Dinas Pangan, Bupati Barru A. Ina Kartikasari, S.H., M.Si., dan Wakil Bupati Dr. Ir. Abustan Andi Bintang, M.Si., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Menteri Pertanian RI, Dr. Ir. Andi Amran Sulaiman, M.P., atas dukungan dan bantuan program yang dialokasikan untuk Kabupaten Barru sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Dinas PTPHBUN Kabupaten Barru bersama para penyuluh dan petani juga telah melakukan pemetaan serta identifikasi Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) melalui serangkaian rapat koordinasi. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan pelaksanaan program dengan memperhatikan kondisi alam dan iklim yang berkembang saat ini. Diharapkan agar penetapan CPCL program Opla dan PMAAS jangan tumpang tindih atau double krn ada bantuan saprodinya.
Melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh, aparat keamanan, dan para petani, diharapkan seluruh program dapat terlaksana secara optimal sehingga mampu meningkatkan produktivitas pertanian, kesejahteraan petani, serta mempercepat terwujudnya swasembada pangan nasional.














