Satukatanews.com. – BARRU – Anggota DPRD Kabupaten Barru, Herman Jaya, S.Pi., menyampaikan sejumlah pandangan dan harapan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) Siawung periode 2026–2034, Senin (31/8/2026).
Dalam penyampaiannya, Herman Jaya menekankan bahwa Musrenbang RPJMDes bukan sekadar agenda administratif, tetapi menjadi ruang penting untuk menyusun arah pembangunan Desa Siawung selama delapan tahun ke depan berdasarkan kebutuhan dan aspirasi masyarakat.
Menurut Herman Jaya, keterbatasan anggaran desa harus disikapi dengan penyusunan skala prioritas yang jelas. Program yang mendesak dan memiliki dampak langsung bagi masyarakat harus menjadi perhatian utama, sementara program yang belum mampu dibiayai melalui APBDes dapat diperjuangkan melalui pemerintah kabupaten, provinsi, pemerintah pusat maupun kemitraan dengan dunia usaha.
“Jangan semua persoalan pembangunan berakhir dengan satu jawaban: nanti kita anggarkan melalui Dana Desa. Kita harus mulai mengubah cara berpikir. Desa ke depan tidak boleh hanya pintar membelanjakan anggaran, tetapi juga harus mulai pintar menciptakan dan menggerakkan sumber-sumber ekonomi desa,” ujar Herman Jaya.
Herman Jaya Soroti Penguatan BUMDes
Salah satu hal yang menjadi perhatian Herman Jaya dalam Musrenbang tersebut adalah penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bukit Biru Desa Siawung.
Ia mendorong agar BUMDes dapat kembali menjalankan fungsi strategisnya sebagai salah satu motor penggerak perekonomian desa. Menurutnya, keberhasilan BUMDes tidak cukup hanya diukur dari keberadaan pengurus dan unit usaha, tetapi harus dilihat dari manfaat nyata yang diberikan kepada masyarakat.
Beberapa indikator yang perlu diperhatikan, kata Herman Jaya, antara lain kemampuan menghasilkan keuntungan, membuka lapangan pekerjaan, membantu usaha masyarakat, mengelola potensi desa serta memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes).
“Kita ingin ke depan BUMDes Siawung menjadi BUMDes yang sehat kelembagaannya, profesional pengelolaannya, transparan keuangannya, produktif unit usahanya, dan secara bertahap mampu menghasilkan Pendapatan Asli Desa,” katanya.
BUMDes dan Koperasi Harus Bersinergi
Herman Jaya juga menyoroti keberadaan Koperasi Desa Merah Putih yang dinilai dapat menjadi peluang untuk memperkuat perekonomian masyarakat.
Ia meminta agar BUMDes dan koperasi tidak berjalan sendiri-sendiri atau justru menjalankan bidang usaha yang sama sehingga menimbulkan persaingan di tingkat desa.
“Harus kita dudukkan bersama: apa yang menjadi wilayah usaha BUMDes, apa yang dapat dikembangkan Koperasi Desa Merah Putih, dan bagaimana keduanya bisa saling memperkuat,” jelasnya.
Menurutnya, BUMDes dan koperasi harus menjadi bagian dari ekosistem ekonomi Desa Siawung dengan menghubungkan potensi kelompok tani, kelompok kelautan dan perikanan, UMKM hingga pemuda produktif.
Dengan sinergi tersebut, kegiatan ekonomi masyarakat diharapkan dapat terhubung mulai dari produksi, permodalan, pengolahan hingga pemasaran.
“Tujuan akhirnya sederhana: bagaimana uang lebih banyak berputar di Desa Siawung dan bagaimana masyarakat Siawung mendapatkan manfaat ekonominya,” ujarnya.
Sumber Pembiayaan Harus Jelas
Dalam penyusunan RPJMDes 2026–2034, Herman Jaya juga mengingatkan pentingnya memetakan sumber pembiayaan setiap program pembangunan.
Program yang menjadi kewenangan desa dapat diarahkan melalui APBDes. Sementara program yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten dapat diperjuangkan melalui APBD Kabupaten Barru. Begitu pula dengan peluang pembiayaan dari pemerintah provinsi, APBN, kementerian/lembaga maupun kemitraan dengan dunia usaha.
“RPJMDes jangan hanya berisi apa yang mau kita bangun, tetapi harus mulai menjawab siapa yang akan membiayai dan dari mana sumber anggarannya,” tegas Herman Jaya.
Sebagai Anggota DPRD Kabupaten Barru sekaligus bagian dari masyarakat Desa Siawung, ia menyatakan siap ikut mengawal aspirasi masyarakat, terutama kebutuhan strategis yang tidak dapat ditangani melalui APBDes.
Pembangunan Tidak Hanya Infrastruktur
Herman Jaya juga mengingatkan agar pembangunan Desa Siawung tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik.
Menurutnya, infrastruktur seperti jalan dan drainase tetap penting, tetapi pembangunan juga harus menyentuh sektor pendidikan, kesehatan, pertanian, perikanan, ketahanan pangan, UMKM, pemberdayaan pemuda dan perempuan, lingkungan hidup serta penciptaan lapangan kerja.
“Ukuran keberhasilan pembangunan desa bukan hanya berapa meter jalan dan drainase yang kita bangun, tetapi juga berapa banyak pendapatan masyarakat yang meningkat, berapa lapangan pekerjaan yang tercipta, dan berapa keluarga yang kehidupan ekonominya menjadi lebih baik,” katanya.
Karena itu, ia berharap RPJMDes Siawung memuat target pembangunan yang jelas dan terukur, termasuk pengembangan BUMDes, Koperasi Desa Merah Putih, sektor pertanian dan perikanan, pemasaran UMKM serta peningkatan Pendapatan Asli Desa.
RPJMDes Harus Dievaluasi Setiap Tahun
Lebih lanjut, Herman Jaya menekankan agar RPJMDes yang telah disusun nantinya tidak hanya menjadi dokumen yang tersimpan di kantor desa.
Ia meminta agar dokumen tersebut dibuka dan dievaluasi setiap tahun untuk melihat capaian pembangunan, kendala yang dihadapi serta program yang masih perlu diperjuangkan.
“Setiap tahun kita buka kembali. Kita evaluasi: apa yang sudah tercapai, apa yang belum, apa kendalanya, dan apa yang harus kita perjuangkan bersama,” ujarnya.
Herman Jaya menegaskan bahwa pembangunan Desa Siawung membutuhkan kerja bersama antara pemerintah desa, BPD, masyarakat, BUMDes, Koperasi Desa Merah Putih, kelompok tani, kelompok nelayan, pelaku UMKM, pemuda serta seluruh pemangku kepentingan.
Menurutnya, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan pembangunan selama seluruh elemen desa mampu bergerak bersama.
“Dana Desa bisa naik dan bisa turun. Program pemerintah bisa datang dan bisa berakhir. Tetapi kalau Desa Siawung memiliki BUMDes dan koperasi yang sehat, usaha masyarakat yang kuat serta sumber Pendapatan Asli Desa yang terus tumbuh, berarti kita sedang membangun kemandirian Siawung untuk jangka panjang,” katanya.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga semangat kebersamaan dalam membangun Desa Siawung.
“Anggaran kita boleh terbatas, tetapi gagasan, semangat dan kebersamaan kita untuk membangun Siawung tidak boleh terbatas,” pungkas Herman Jaya.
Musrenbang RPJMDes Desa Siawung periode 2026–2034 diharapkan menghasilkan dokumen perencanaan yang realistis, terarah dan mampu menjadi pijakan pembangunan menuju Desa Siawung yang lebih maju, mandiri, produktif dan sejahtera.














