Satukatanews.com. – BULUKUMBA – Semangat produktivitas dan pemberdayaan perempuan kembali menggeliat di Bumi Panritalopi. Bertempat di Jalan Melati, Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba, sekelompok perempuan tangguh resmi membentuk Kelompok Wanita Tani (KWT) Indonesia setempat, 13/10/2026
Langkah inovatif ini diinisiasi langsung oleh Ibu Marta, seorang purna bakti Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Dinas Sosial Kabupaten Bulukumba.
Meski telah lama purna bhakti , dedikasi Ibu Marta dalam dunia sosial dan pengabdian masyarakat tidak pernah surut.
Berbekal pengalaman bertahun-tahun di Dinas Sosial, ia melihat adanya potensi besar yang terpendam dari ibu-ibu rumah tangga di sekitar lingkungan Jalan Melati.
“Masa purna bakti bukanlah akhir dari pengabdian, melainkan babak baru untuk berbuat lebih banyak langsung di tengah masyarakat. Melalui KWT ini, kami ingin menyulap lahan pekarangan rumah yang kosong menjadi sumber pangan mandiri sekaligus penopang ekonomi keluarga,” ujar Ibu Marta saat ditemui dirumahnya.
Pembentukan kelompok wanita Tani Melatih Putih diketuai oleh Dra.Hj.Andi Zainagibe, Sekertaris Hj.Asnariah, SE dan Bendahara Martah, S.Sos dilengkapi dengan Seksi Produksi Muhfida dan Seksi Pemasaran Hj.Hartina,S.Pd serta Seksi Konsumsi Insra Yunani, Kelompok Wanita Tani dikukuhkan Oleh Lurah Caile Muh.Asrul, S, SE, MM .
Hadir dalam pengukuhan Kelompok Wanita Tani Penyuluh Pertanian Dinas Pertanian Bulukumba.
Program utama yang dicanangkan meliputi pemanfaatan lahan Pekarangan Rumah , budidaya sayuran organik, tanaman obat keluarga (toga), hingga pelatihan pengolahan hasil panen agar memiliki nilai jual lebih tinggi.
Kehadiran KWT yang diprakarsai oleh tokoh pensiunan ASN Dinsos ini diharapkan mampu menjadi pemantik bagi lingkungan lain di Bulukumba.
Selain mendukung program ketahanan pangan pemerintah daerah, gerakan ini membuktikan bahwa pemberdayaan masyarakat dapat dimulai dari pekarangan rumah sendiri, digerakkan oleh kepedulian yang tidak terbatas oleh masa jabatan.
Pewarta : Nasution












