Selasa, Oktober 6, 2026
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Daerah
  • Bisnis
  • Hukum
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
satukatanews.com
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Daerah
  • Bisnis
  • Hukum
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
satukatanews.com
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Daerah
  • Bisnis
  • Hukum
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
satukatanews.com
No Result
View All Result

Makanan Bergizi Gratis (MBG) Kecamatan Barru Jalin Sinergitas Sambil Ngopi Bareng dengan Jurnalis di Cafe 70

Risco by Risco
Juni 30, 2025
in Daerah
0

Satukatanees.com. – BARRU, 30 Juni 2025 – Koordinator pelaksana makanan Bergizi Gratis (MBG) Ramli Usman Kecamatan Barru menggelar kegiatan “Ngopi Bareng” bersama para awak media di Cafe 70, Senin siang. Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi dan membangun sinergitas antara MBG dengan insan pers yang bertugas di wilayah Kabupaten Barru.
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana santai namun penuh makna ini dihadiri oleh Nisa, jurnalis dari berbagai media lokal.
Koordinator pelaksana MBG Kecamatan Barru, Ramli Usman, dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran media dalam mendukung program-program sosial dan pembangunan di masyarakat.

“Kami ingin membangun hubungan yang lebih akrab dan terbuka dengan teman-teman media. Peran media sangat penting dalam menyampaikan informasi yang positif dan membangun,” ujar Ramli Usman.
Para jurnalis yang hadir menyambut baik inisiatif ini, mengapresiasi ruang diskusi yang dibangun oleh MBG sebagai bentuk kemitraan yang sehat dan produktif, Selain itu menyerap aspirasi dan informasi dari masyarakat melalui wartawan. Membangun hubungan yang lebih baik antara pihak program dan media.
Dalam kesempatan itu, juga dibahas beberapa isu aktual di wilayah Kecamatan Barru serta harapan agar sinergitas ini bisa terus terjaga.
Acara ditutup dengan foto bersama dan harapan agar kegiatan seperti ini bisa menjadi agenda rutin yang mempererat kolaborasi antara organisasi masyarakat dan media.

You might also like

Bupati Barru Hadiri Pelepasan Bantuan Susu untuk Anak di Sulawesi Selatan Kolaborasi Kementerian PPPA dan Nestlé, Bupati Barru Hadiri Pelepasan Bantuan Susu MAKASSAR – Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si., menghadiri sekaligus menyaksikan pelepasan secara simbolis distribusi bantuan produk susu dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI melalui PT Nestle Indonesia di Provinsi Sulawesi Selatan. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Baruga Asta Cita dan Pelataran Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, Senin (5/10/2026). Pelepasan bantuan dilakukan oleh Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman dan merupakan bentuk kolaborasi antara Kementerian PPPA RI, PT Nestle Indonesia, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, pemerintah kabupaten/kota, serta Muslimat NU Sulsel. Menteri PPPA RI Arifatul Choiri Fauzi yang hadir secara virtual menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang dibangun untuk mendukung pemenuhan gizi anak dan kesejahteraan keluarga, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan. Menurutnya, anak merupakan generasi penerus bangsa sekaligus calon pemimpin Indonesia di masa depan. Karena itu, pemenuhan hak anak untuk hidup, tumbuh, berkembang, sehat dan mendapatkan perlindungan harus menjadi perhatian bersama. “Ini merupakan inisiatif sebagai wujud nyata semangat dan kepedulian bersama untuk memastikan anak-anak Indonesia dapat tumbuh sehat, kuat dan berkembang secara optimal,” ujarnya. Ia menjelaskan, sebanyak 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan menerima bantuan dengan total 177.500 pcs produk susu atau sebanyak 5.000 karton. Menteri PPPA menegaskan, bantuan produk susu tidak boleh dipandang hanya sebagai pemberian bantuan pangan, tetapi harus menjadi bagian dari upaya yang lebih menyeluruh melalui edukasi keluarga, pemantauan setelah pemberian bantuan, serta kemudahan akses layanan kesehatan. Ia juga mengingatkan pentingnya pemberian makanan sesuai usia dan kebutuhan tumbuh kembang anak. Untuk bayi usia 0–6 bulan, ASI eksklusif tetap menjadi prioritas, kemudian dilanjutkan dengan makanan pendamping ASI setelah usia enam bulan dengan tetap memberikan ASI hingga usia dua tahun atau lebih. Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengatakan bantuan tersebut merupakan investasi penting untuk pembangunan sumber daya manusia. Menurutnya, investasi pada generasi masa depan tidak kalah penting dibandingkan pembangunan infrastruktur karena kualitas sumber daya manusia akan menentukan masa depan bangsa. “Ini adalah investasi sumber daya manusia. Tidak bisa dibandingkan dengan investasi infrastruktur yang setiap saat bisa berganti. Ini investasi generasi emas untuk menuju Indonesia Emas 2045,” kata Andi Sudirman. Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan seluruh unsur dalam membantu masyarakat, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha hingga organisasi kemasyarakatan. Gubernur menyebut kolaborasi menjadi kunci dalam mempercepat pencapaian berbagai target pembangunan, termasuk peningkatan kualitas kesehatan dan gizi anak. Ia turut mengapresiasi dukungan pemerintah pusat dan PT Nestle Indonesia dalam membantu masyarakat Sulawesi Selatan. Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti, khususnya bagi anak-anak di wilayah pedesaan dan pelosok. Andi Sudirman juga mengungkapkan pengalaman Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam penanganan stunting yang sebelumnya menyasar sekitar 15.120 anak. Program tersebut dilakukan dengan pemberian makanan yang diformulasikan sesuai kebutuhan anak selama 59 hari. Berdasarkan evaluasi, sekitar 70 persen anak penerima intervensi menunjukkan perubahan pada berat dan tinggi badan. Selain itu, ditemukan pula sejumlah anak yang memiliki penyakit penyerta sehingga membutuhkan penanganan lebih lanjut. Gubernur menilai persoalan gizi anak tidak semata-mata disebabkan oleh keterbatasan pangan, tetapi juga berkaitan dengan pengetahuan dan pola pengasuhan keluarga. Karena itu, ia meminta agar distribusi bantuan produk susu dilakukan secara kolaboratif dan disertai edukasi kepada keluarga penerima manfaat. Dalam kegiatan tersebut, Menteri PPPA RI juga mendorong penguatan kolaborasi melalui program Ruang Bersama Indonesia, termasuk pengembangan ketahanan pangan berbasis keluarga dan pekarangan serta layanan terpadu untuk penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Melalui kegiatan ini, distribusi bantuan produk susu diharapkan dapat tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi pemenuhan gizi serta peningkatan kesejahteraan anak dan keluarga di Sulawesi Selatan. Turut hadir para bupati dan wali kota se-Sulawesi Selatan, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, para kepala perangkat daerah lingkup Pemprov Sulsel dan kabupaten/kota, Ketua PW Muslimat NU Sulsel yang hadir secara virtual, Regional Sales Manager Sulawesi, Maluku dan Papua PT Nestle Indonesia, serta tamu undangan lainnya.

HUT ke-81 TNI, Kapolres Barru Perkuat Sinergitas dan Soliditas TNI-Polri

Kadis PTPHBUN Barru Monev Pertanaman Penangkar Faren Seed JJUH, Sekaligus Panen Bawang Merah di Nepo

Previous Post

Pemkab Barru dan PLN Resmikan Penyediaan  Listrik  Pompanisasi Masuk Sawah

Next Post

Kepala Pasar Takkasi Cari Solusi Selamatkan Keuangan Pasar Dari Tunggakan Lama

Risco

Risco

Related Posts

Bupati Barru Hadiri Pelepasan Bantuan Susu untuk Anak di Sulawesi Selatan  Kolaborasi Kementerian PPPA dan Nestlé, Bupati Barru Hadiri Pelepasan Bantuan Susu  MAKASSAR – Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si., menghadiri sekaligus menyaksikan pelepasan secara simbolis distribusi bantuan produk susu dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI melalui PT Nestle Indonesia di Provinsi Sulawesi Selatan.  Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Baruga Asta Cita dan Pelataran Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, Senin (5/10/2026).  Pelepasan bantuan dilakukan oleh Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman dan merupakan bentuk kolaborasi antara Kementerian PPPA RI, PT Nestle Indonesia, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, pemerintah kabupaten/kota, serta Muslimat NU Sulsel.  Menteri PPPA RI Arifatul Choiri Fauzi yang hadir secara virtual menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang dibangun untuk mendukung pemenuhan gizi anak dan kesejahteraan keluarga, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan.  Menurutnya, anak merupakan generasi penerus bangsa sekaligus calon pemimpin Indonesia di masa depan. Karena itu, pemenuhan hak anak untuk hidup, tumbuh, berkembang, sehat dan mendapatkan perlindungan harus menjadi perhatian bersama.  “Ini merupakan inisiatif sebagai wujud nyata semangat dan kepedulian bersama untuk memastikan anak-anak Indonesia dapat tumbuh sehat, kuat dan berkembang secara optimal,” ujarnya.  Ia menjelaskan, sebanyak 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan menerima bantuan dengan total 177.500 pcs produk susu atau sebanyak 5.000 karton.  Menteri PPPA menegaskan, bantuan produk susu tidak boleh dipandang hanya sebagai pemberian bantuan pangan, tetapi harus menjadi bagian dari upaya yang lebih menyeluruh melalui edukasi keluarga, pemantauan setelah pemberian bantuan, serta kemudahan akses layanan kesehatan.  Ia juga mengingatkan pentingnya pemberian makanan sesuai usia dan kebutuhan tumbuh kembang anak. Untuk bayi usia 0–6 bulan, ASI eksklusif tetap menjadi prioritas, kemudian dilanjutkan dengan makanan pendamping ASI setelah usia enam bulan dengan tetap memberikan ASI hingga usia dua tahun atau lebih.  Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengatakan bantuan tersebut merupakan investasi penting untuk pembangunan sumber daya manusia.  Menurutnya, investasi pada generasi masa depan tidak kalah penting dibandingkan pembangunan infrastruktur karena kualitas sumber daya manusia akan menentukan masa depan bangsa.  “Ini adalah investasi sumber daya manusia. Tidak bisa dibandingkan dengan investasi infrastruktur yang setiap saat bisa berganti. Ini investasi generasi emas untuk menuju Indonesia Emas 2045,” kata Andi Sudirman.  Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan seluruh unsur dalam membantu masyarakat, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha hingga organisasi kemasyarakatan.  Gubernur menyebut kolaborasi menjadi kunci dalam mempercepat pencapaian berbagai target pembangunan, termasuk peningkatan kualitas kesehatan dan gizi anak. Ia turut mengapresiasi dukungan pemerintah pusat dan PT Nestle Indonesia dalam membantu masyarakat Sulawesi Selatan.   Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti, khususnya bagi anak-anak di wilayah pedesaan dan pelosok. Andi Sudirman juga mengungkapkan pengalaman Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam penanganan stunting yang sebelumnya menyasar sekitar 15.120 anak. Program tersebut dilakukan dengan pemberian makanan yang diformulasikan sesuai kebutuhan anak selama 59 hari.  Berdasarkan evaluasi, sekitar 70 persen anak penerima intervensi menunjukkan perubahan pada berat dan tinggi badan. Selain itu, ditemukan pula sejumlah anak yang memiliki penyakit penyerta sehingga membutuhkan penanganan lebih lanjut.  Gubernur menilai persoalan gizi anak tidak semata-mata disebabkan oleh keterbatasan pangan, tetapi juga berkaitan dengan pengetahuan dan pola pengasuhan keluarga.  Karena itu, ia meminta agar distribusi bantuan produk susu dilakukan secara kolaboratif dan disertai edukasi kepada keluarga penerima manfaat.  Dalam kegiatan tersebut, Menteri PPPA RI juga mendorong penguatan kolaborasi melalui program Ruang Bersama Indonesia, termasuk pengembangan ketahanan pangan berbasis keluarga dan pekarangan serta layanan terpadu untuk penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.  Melalui kegiatan ini, distribusi bantuan produk susu diharapkan dapat tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi pemenuhan gizi serta peningkatan kesejahteraan anak dan keluarga di Sulawesi Selatan.   Turut hadir para bupati dan wali kota se-Sulawesi Selatan, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, para kepala perangkat daerah lingkup Pemprov Sulsel dan kabupaten/kota, Ketua PW Muslimat NU Sulsel yang hadir secara virtual, Regional Sales Manager Sulawesi, Maluku dan Papua PT Nestle Indonesia, serta tamu undangan lainnya.
Daerah

Bupati Barru Hadiri Pelepasan Bantuan Susu untuk Anak di Sulawesi Selatan Kolaborasi Kementerian PPPA dan Nestlé, Bupati Barru Hadiri Pelepasan Bantuan Susu MAKASSAR – Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si., menghadiri sekaligus menyaksikan pelepasan secara simbolis distribusi bantuan produk susu dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI melalui PT Nestle Indonesia di Provinsi Sulawesi Selatan. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Baruga Asta Cita dan Pelataran Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, Senin (5/10/2026). Pelepasan bantuan dilakukan oleh Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman dan merupakan bentuk kolaborasi antara Kementerian PPPA RI, PT Nestle Indonesia, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, pemerintah kabupaten/kota, serta Muslimat NU Sulsel. Menteri PPPA RI Arifatul Choiri Fauzi yang hadir secara virtual menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang dibangun untuk mendukung pemenuhan gizi anak dan kesejahteraan keluarga, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan. Menurutnya, anak merupakan generasi penerus bangsa sekaligus calon pemimpin Indonesia di masa depan. Karena itu, pemenuhan hak anak untuk hidup, tumbuh, berkembang, sehat dan mendapatkan perlindungan harus menjadi perhatian bersama. “Ini merupakan inisiatif sebagai wujud nyata semangat dan kepedulian bersama untuk memastikan anak-anak Indonesia dapat tumbuh sehat, kuat dan berkembang secara optimal,” ujarnya. Ia menjelaskan, sebanyak 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan menerima bantuan dengan total 177.500 pcs produk susu atau sebanyak 5.000 karton. Menteri PPPA menegaskan, bantuan produk susu tidak boleh dipandang hanya sebagai pemberian bantuan pangan, tetapi harus menjadi bagian dari upaya yang lebih menyeluruh melalui edukasi keluarga, pemantauan setelah pemberian bantuan, serta kemudahan akses layanan kesehatan. Ia juga mengingatkan pentingnya pemberian makanan sesuai usia dan kebutuhan tumbuh kembang anak. Untuk bayi usia 0–6 bulan, ASI eksklusif tetap menjadi prioritas, kemudian dilanjutkan dengan makanan pendamping ASI setelah usia enam bulan dengan tetap memberikan ASI hingga usia dua tahun atau lebih. Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengatakan bantuan tersebut merupakan investasi penting untuk pembangunan sumber daya manusia. Menurutnya, investasi pada generasi masa depan tidak kalah penting dibandingkan pembangunan infrastruktur karena kualitas sumber daya manusia akan menentukan masa depan bangsa. “Ini adalah investasi sumber daya manusia. Tidak bisa dibandingkan dengan investasi infrastruktur yang setiap saat bisa berganti. Ini investasi generasi emas untuk menuju Indonesia Emas 2045,” kata Andi Sudirman. Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan seluruh unsur dalam membantu masyarakat, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha hingga organisasi kemasyarakatan. Gubernur menyebut kolaborasi menjadi kunci dalam mempercepat pencapaian berbagai target pembangunan, termasuk peningkatan kualitas kesehatan dan gizi anak. Ia turut mengapresiasi dukungan pemerintah pusat dan PT Nestle Indonesia dalam membantu masyarakat Sulawesi Selatan. Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti, khususnya bagi anak-anak di wilayah pedesaan dan pelosok. Andi Sudirman juga mengungkapkan pengalaman Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam penanganan stunting yang sebelumnya menyasar sekitar 15.120 anak. Program tersebut dilakukan dengan pemberian makanan yang diformulasikan sesuai kebutuhan anak selama 59 hari. Berdasarkan evaluasi, sekitar 70 persen anak penerima intervensi menunjukkan perubahan pada berat dan tinggi badan. Selain itu, ditemukan pula sejumlah anak yang memiliki penyakit penyerta sehingga membutuhkan penanganan lebih lanjut. Gubernur menilai persoalan gizi anak tidak semata-mata disebabkan oleh keterbatasan pangan, tetapi juga berkaitan dengan pengetahuan dan pola pengasuhan keluarga. Karena itu, ia meminta agar distribusi bantuan produk susu dilakukan secara kolaboratif dan disertai edukasi kepada keluarga penerima manfaat. Dalam kegiatan tersebut, Menteri PPPA RI juga mendorong penguatan kolaborasi melalui program Ruang Bersama Indonesia, termasuk pengembangan ketahanan pangan berbasis keluarga dan pekarangan serta layanan terpadu untuk penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Melalui kegiatan ini, distribusi bantuan produk susu diharapkan dapat tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi pemenuhan gizi serta peningkatan kesejahteraan anak dan keluarga di Sulawesi Selatan. Turut hadir para bupati dan wali kota se-Sulawesi Selatan, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, para kepala perangkat daerah lingkup Pemprov Sulsel dan kabupaten/kota, Ketua PW Muslimat NU Sulsel yang hadir secara virtual, Regional Sales Manager Sulawesi, Maluku dan Papua PT Nestle Indonesia, serta tamu undangan lainnya.

by Risco
Oktober 6, 2026
HUT ke-81 TNI, Kapolres Barru Perkuat Sinergitas dan Soliditas TNI-Polri
Daerah

HUT ke-81 TNI, Kapolres Barru Perkuat Sinergitas dan Soliditas TNI-Polri

by Risco
Oktober 5, 2026
Kadis PTPHBUN Barru Monev Pertanaman Penangkar Faren Seed JJUH, Sekaligus Panen Bawang Merah di Nepo
Daerah

Kadis PTPHBUN Barru Monev Pertanaman Penangkar Faren Seed JJUH, Sekaligus Panen Bawang Merah di Nepo

by Risco
Oktober 5, 2026
Wujudkan Desa Berbasis Data, Pemkab Barru Kembangkan Sistem Digital Terintegrasi
Daerah

Wujudkan Desa Berbasis Data, Pemkab Barru Kembangkan Sistem Digital Terintegrasi

by Risco
Oktober 4, 2026
Cegah Gangguan Kamtibmas, Polres Barru Intensifkan Patroli Malam di Sejumlah Wilayah
Daerah

Cegah Gangguan Kamtibmas, Polres Barru Intensifkan Patroli Malam di Sejumlah Wilayah

by Risco
Oktober 4, 2026
Next Post

Kepala Pasar Takkasi Cari Solusi Selamatkan Keuangan Pasar Dari Tunggakan Lama

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Navigasi Panggung Publik: Strategi Master of Ceremony (MC) Menyukseskan Jambore Pelayanan Publik di Borongrappoa

Navigasi Panggung Publik: Strategi Master of Ceremony (MC) Menyukseskan Jambore Pelayanan Publik di Borongrappoa

September 24, 2026

Wakil Bupati Barru, Menerima Perumda Aneka Usaha dan Jasa (AUJ) Pemerintah Kota Bontang

September 11, 2025

Kategori

  • Bisnis
  • Daerah
  • Hukum
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized

Don't miss it

Bupati Barru Hadiri Pelepasan Bantuan Susu untuk Anak di Sulawesi Selatan  Kolaborasi Kementerian PPPA dan Nestlé, Bupati Barru Hadiri Pelepasan Bantuan Susu  MAKASSAR – Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si., menghadiri sekaligus menyaksikan pelepasan secara simbolis distribusi bantuan produk susu dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI melalui PT Nestle Indonesia di Provinsi Sulawesi Selatan.  Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Baruga Asta Cita dan Pelataran Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, Senin (5/10/2026).  Pelepasan bantuan dilakukan oleh Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman dan merupakan bentuk kolaborasi antara Kementerian PPPA RI, PT Nestle Indonesia, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, pemerintah kabupaten/kota, serta Muslimat NU Sulsel.  Menteri PPPA RI Arifatul Choiri Fauzi yang hadir secara virtual menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang dibangun untuk mendukung pemenuhan gizi anak dan kesejahteraan keluarga, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan.  Menurutnya, anak merupakan generasi penerus bangsa sekaligus calon pemimpin Indonesia di masa depan. Karena itu, pemenuhan hak anak untuk hidup, tumbuh, berkembang, sehat dan mendapatkan perlindungan harus menjadi perhatian bersama.  “Ini merupakan inisiatif sebagai wujud nyata semangat dan kepedulian bersama untuk memastikan anak-anak Indonesia dapat tumbuh sehat, kuat dan berkembang secara optimal,” ujarnya.  Ia menjelaskan, sebanyak 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan menerima bantuan dengan total 177.500 pcs produk susu atau sebanyak 5.000 karton.  Menteri PPPA menegaskan, bantuan produk susu tidak boleh dipandang hanya sebagai pemberian bantuan pangan, tetapi harus menjadi bagian dari upaya yang lebih menyeluruh melalui edukasi keluarga, pemantauan setelah pemberian bantuan, serta kemudahan akses layanan kesehatan.  Ia juga mengingatkan pentingnya pemberian makanan sesuai usia dan kebutuhan tumbuh kembang anak. Untuk bayi usia 0–6 bulan, ASI eksklusif tetap menjadi prioritas, kemudian dilanjutkan dengan makanan pendamping ASI setelah usia enam bulan dengan tetap memberikan ASI hingga usia dua tahun atau lebih.  Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengatakan bantuan tersebut merupakan investasi penting untuk pembangunan sumber daya manusia.  Menurutnya, investasi pada generasi masa depan tidak kalah penting dibandingkan pembangunan infrastruktur karena kualitas sumber daya manusia akan menentukan masa depan bangsa.  “Ini adalah investasi sumber daya manusia. Tidak bisa dibandingkan dengan investasi infrastruktur yang setiap saat bisa berganti. Ini investasi generasi emas untuk menuju Indonesia Emas 2045,” kata Andi Sudirman.  Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan seluruh unsur dalam membantu masyarakat, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha hingga organisasi kemasyarakatan.  Gubernur menyebut kolaborasi menjadi kunci dalam mempercepat pencapaian berbagai target pembangunan, termasuk peningkatan kualitas kesehatan dan gizi anak. Ia turut mengapresiasi dukungan pemerintah pusat dan PT Nestle Indonesia dalam membantu masyarakat Sulawesi Selatan.   Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti, khususnya bagi anak-anak di wilayah pedesaan dan pelosok. Andi Sudirman juga mengungkapkan pengalaman Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam penanganan stunting yang sebelumnya menyasar sekitar 15.120 anak. Program tersebut dilakukan dengan pemberian makanan yang diformulasikan sesuai kebutuhan anak selama 59 hari.  Berdasarkan evaluasi, sekitar 70 persen anak penerima intervensi menunjukkan perubahan pada berat dan tinggi badan. Selain itu, ditemukan pula sejumlah anak yang memiliki penyakit penyerta sehingga membutuhkan penanganan lebih lanjut.  Gubernur menilai persoalan gizi anak tidak semata-mata disebabkan oleh keterbatasan pangan, tetapi juga berkaitan dengan pengetahuan dan pola pengasuhan keluarga.  Karena itu, ia meminta agar distribusi bantuan produk susu dilakukan secara kolaboratif dan disertai edukasi kepada keluarga penerima manfaat.  Dalam kegiatan tersebut, Menteri PPPA RI juga mendorong penguatan kolaborasi melalui program Ruang Bersama Indonesia, termasuk pengembangan ketahanan pangan berbasis keluarga dan pekarangan serta layanan terpadu untuk penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.  Melalui kegiatan ini, distribusi bantuan produk susu diharapkan dapat tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi pemenuhan gizi serta peningkatan kesejahteraan anak dan keluarga di Sulawesi Selatan.   Turut hadir para bupati dan wali kota se-Sulawesi Selatan, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, para kepala perangkat daerah lingkup Pemprov Sulsel dan kabupaten/kota, Ketua PW Muslimat NU Sulsel yang hadir secara virtual, Regional Sales Manager Sulawesi, Maluku dan Papua PT Nestle Indonesia, serta tamu undangan lainnya.
Daerah

Bupati Barru Hadiri Pelepasan Bantuan Susu untuk Anak di Sulawesi Selatan Kolaborasi Kementerian PPPA dan Nestlé, Bupati Barru Hadiri Pelepasan Bantuan Susu MAKASSAR – Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si., menghadiri sekaligus menyaksikan pelepasan secara simbolis distribusi bantuan produk susu dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI melalui PT Nestle Indonesia di Provinsi Sulawesi Selatan. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Baruga Asta Cita dan Pelataran Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, Senin (5/10/2026). Pelepasan bantuan dilakukan oleh Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman dan merupakan bentuk kolaborasi antara Kementerian PPPA RI, PT Nestle Indonesia, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, pemerintah kabupaten/kota, serta Muslimat NU Sulsel. Menteri PPPA RI Arifatul Choiri Fauzi yang hadir secara virtual menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang dibangun untuk mendukung pemenuhan gizi anak dan kesejahteraan keluarga, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan. Menurutnya, anak merupakan generasi penerus bangsa sekaligus calon pemimpin Indonesia di masa depan. Karena itu, pemenuhan hak anak untuk hidup, tumbuh, berkembang, sehat dan mendapatkan perlindungan harus menjadi perhatian bersama. “Ini merupakan inisiatif sebagai wujud nyata semangat dan kepedulian bersama untuk memastikan anak-anak Indonesia dapat tumbuh sehat, kuat dan berkembang secara optimal,” ujarnya. Ia menjelaskan, sebanyak 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan menerima bantuan dengan total 177.500 pcs produk susu atau sebanyak 5.000 karton. Menteri PPPA menegaskan, bantuan produk susu tidak boleh dipandang hanya sebagai pemberian bantuan pangan, tetapi harus menjadi bagian dari upaya yang lebih menyeluruh melalui edukasi keluarga, pemantauan setelah pemberian bantuan, serta kemudahan akses layanan kesehatan. Ia juga mengingatkan pentingnya pemberian makanan sesuai usia dan kebutuhan tumbuh kembang anak. Untuk bayi usia 0–6 bulan, ASI eksklusif tetap menjadi prioritas, kemudian dilanjutkan dengan makanan pendamping ASI setelah usia enam bulan dengan tetap memberikan ASI hingga usia dua tahun atau lebih. Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengatakan bantuan tersebut merupakan investasi penting untuk pembangunan sumber daya manusia. Menurutnya, investasi pada generasi masa depan tidak kalah penting dibandingkan pembangunan infrastruktur karena kualitas sumber daya manusia akan menentukan masa depan bangsa. “Ini adalah investasi sumber daya manusia. Tidak bisa dibandingkan dengan investasi infrastruktur yang setiap saat bisa berganti. Ini investasi generasi emas untuk menuju Indonesia Emas 2045,” kata Andi Sudirman. Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan seluruh unsur dalam membantu masyarakat, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha hingga organisasi kemasyarakatan. Gubernur menyebut kolaborasi menjadi kunci dalam mempercepat pencapaian berbagai target pembangunan, termasuk peningkatan kualitas kesehatan dan gizi anak. Ia turut mengapresiasi dukungan pemerintah pusat dan PT Nestle Indonesia dalam membantu masyarakat Sulawesi Selatan. Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti, khususnya bagi anak-anak di wilayah pedesaan dan pelosok. Andi Sudirman juga mengungkapkan pengalaman Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam penanganan stunting yang sebelumnya menyasar sekitar 15.120 anak. Program tersebut dilakukan dengan pemberian makanan yang diformulasikan sesuai kebutuhan anak selama 59 hari. Berdasarkan evaluasi, sekitar 70 persen anak penerima intervensi menunjukkan perubahan pada berat dan tinggi badan. Selain itu, ditemukan pula sejumlah anak yang memiliki penyakit penyerta sehingga membutuhkan penanganan lebih lanjut. Gubernur menilai persoalan gizi anak tidak semata-mata disebabkan oleh keterbatasan pangan, tetapi juga berkaitan dengan pengetahuan dan pola pengasuhan keluarga. Karena itu, ia meminta agar distribusi bantuan produk susu dilakukan secara kolaboratif dan disertai edukasi kepada keluarga penerima manfaat. Dalam kegiatan tersebut, Menteri PPPA RI juga mendorong penguatan kolaborasi melalui program Ruang Bersama Indonesia, termasuk pengembangan ketahanan pangan berbasis keluarga dan pekarangan serta layanan terpadu untuk penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Melalui kegiatan ini, distribusi bantuan produk susu diharapkan dapat tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi pemenuhan gizi serta peningkatan kesejahteraan anak dan keluarga di Sulawesi Selatan. Turut hadir para bupati dan wali kota se-Sulawesi Selatan, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, para kepala perangkat daerah lingkup Pemprov Sulsel dan kabupaten/kota, Ketua PW Muslimat NU Sulsel yang hadir secara virtual, Regional Sales Manager Sulawesi, Maluku dan Papua PT Nestle Indonesia, serta tamu undangan lainnya.

Oktober 6, 2026
Peringati HUT Propam Polri ke-24, Kapolres Barru Salurkan Bantuan ke Panti Asuhan Al-Qasimiyah
Uncategorized

Peringati HUT Propam Polri ke-24, Kapolres Barru Salurkan Bantuan ke Panti Asuhan Al-Qasimiyah

Oktober 5, 2026
HUT ke-81 TNI, Kapolres Barru Perkuat Sinergitas dan Soliditas TNI-Polri
Daerah

HUT ke-81 TNI, Kapolres Barru Perkuat Sinergitas dan Soliditas TNI-Polri

Oktober 5, 2026
Ke KKP, Komisi II DPRD Barru Dorong Tambahan Kampung Nelayan dan Revitalisasi Tambak
Nasional

Ke KKP, Komisi II DPRD Barru Dorong Tambahan Kampung Nelayan dan Revitalisasi Tambak

Oktober 5, 2026
Kadis PTPHBUN Barru Monev Pertanaman Penangkar Faren Seed JJUH, Sekaligus Panen Bawang Merah di Nepo
Daerah

Kadis PTPHBUN Barru Monev Pertanaman Penangkar Faren Seed JJUH, Sekaligus Panen Bawang Merah di Nepo

Oktober 5, 2026
Andi Ina Kartika Sari Dilantik Jadi Ketua DPC HKTI Barru Periode 2026–2031
Uncategorized

Andi Ina Kartika Sari Dilantik Jadi Ketua DPC HKTI Barru Periode 2026–2031

Oktober 4, 2026
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Hak Jawab dan Koreksi Berita
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Tentang Kami

© 2024 Copyright © 2024 Satukatanews.com

The best sites to buy Instagram followers in 2024 are easily Smmsav.com and Followersav.com. Betcasinoscript.com is Best sites Buy certified Online Casino Script. buy instagram followers buy instagram followers Online Casino

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Daerah
  • Bisnis
  • Hukum
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini

© 2024 Copyright © 2024 Satukatanews.com