Satukatanews.com. – BARRU – Rangkaian ketiga dalam tradisi adat Mappadendang dan Maccera Palungeng berlangsung meriah di Birue, Desa Siawung, Kecamatan Barru. Kegiatan ini menjadi puncak acara yang mempertemukan nilai spiritual, budaya, dan kebersamaan masyarakat setempat, Ahad malam 26/4/2026.
Hadir di acara Mappadendang Plh. Sekda Barru, Kadis Pangan PTHBUN, Kadis Koperasi, Kadis Pariwisata Yang di wakili, Camat Barru, Babinsa, Babinkamtibmas, Plh. Kepala Desa, Kepala Dusun Birue, Tokoh Adat Birue, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Karang Taruna, dan para undangan lainnya serta masyarakat
Pada malam pelaksanaan, tradisi Mappadendang digelar dengan penuh semangat. Para perempuan secara kompak menumbuk padi menggunakan alu dan lesung, menghasilkan irama khas yang menggema di seluruh area acara. Sementara itu, para laki-laki turut berpartisipasi menjaga ritme serta memeriahkan suasana dengan gerak tari tradisional.
Tidak hanya menjadi hiburan rakyat, kegiatan ini juga sarat makna. Mappadendang merupakan bentuk ungkapan rasa syukur masyarakat atas hasil panen yang melimpah, sekaligus simbol persatuan dan gotong royong.
Di sisi lain, prosesi Maccera Palungeng dilaksanakan sebagai ritual sakral yang dipimpin oleh tokoh adat setempat. Prosesi ini bertujuan untuk “membersihkan” dan memohon keselamatan bagi kampung serta seluruh masyarakatnya. Ritual ini biasanya ditandai dengan penyembelihan hewan sebagai simbol persembahan dan doa kepada Sang Pencipta.
Kehadiran masyarakat dari berbagai kalangan, termasuk tokoh adat, pemerintah desa, hingga generasi muda, menunjukkan tingginya antusiasme dalam melestarikan warisan budaya leluhur Bugis. Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini juga memperkuat identitas budaya lokal di tengah arus modernisasi.

Dengan berlangsungnya rangkaian ketiga ini, diharapkan nilai-nilai tradisi seperti kebersamaan, rasa syukur, dan penghormatan terhadap adat istiadat tetap terjaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.














